Wednesday, 8 May 2013

PERBEDAAN GAME 3D dan 2D

Game 3D dan 2D

           Penulisan kali ini, saya akan mengulas tentang game 3D dan 2D berdasarkan dari perbedaan :
  • Karateristik
  • Grafis

    I. Karakteristik
        I. 1. Pada Game 3D
     
        Karakteristik dari game adalah sesuatu yang menjadikan ciri khas dari game yang kita mainkan. Game bermacam jenisnya, namun disini saya membahas tentang ciri khususnya. Pada game 3D, objek yang terdapat dalam game begitu nyata karena memiliki 3 unsur sudut pandang yaitu sudut x, y, dan z. Keunggulan dari game 3D membuat pengguna game 3D ini merasa bahwa objek atau karakter yang dimainkan benar-benar nyata. 
     
     
          
        Proses membuat garafik 3D mempunyai beberapa tahapan dasar. Yang pertama yaitu 3D modeling yang menggambarkan proses pembentukan tata letak, kemudian objek dan animasi yang menggambarkan gerakan dan penempatan objek dalam adegan, dan tahapan 3D rendering yang memproduksi gambar objek. Pemodelan 3D menggambarkan proses pembentukan bentuk objek dengan penggunaan perangkat lunak. Model juga diproduksi secara prosedural atau melalui simulasi fisik. Sebelum objek tersebut direndering, mereka harus diletakkan dalam suatu adegan. Inilah yang mendefinisikan hubungan spesial antara objek dalam sebuah adegan termasuk lokasi dan ukuran. Animasi mengacu pada deskripsi temporal yaitu, objek, bagaimana bergerak dan deformasi dari waktu ke waktu. Seperti pemodelan, simulasi fisik adalah cara lain untuk menentukan gerak. Rendering mengkonversi model menjadi sebuah gambar baik dengan simulasi transportasi cahaya untuk mendapatkan gambar fotorealistik sehingga objek terlihat lebih hidup.
     
        I. 2. Pada Game 2D
              
           Pada game 2D, hanya menggunakan dua sudut pandang atau sisi terhadap objek pada game, yaitu pada sudut atau sumbu x dan y saja. Hal ini membuat game terasa kurang nyata dan menarik, karena objek terasa tak hidup dan biasa saja. Namun, pada game sederhana tertentu game ini cukup menarik untuk mengisi waktu luang yang singkat. Contoh gamenya sepertu Tetris, Tic Tac Toe, dll.
     
     
     
        Saya pernah membuat game 2D dengan menggunakan aplikasi Prolog. Game 2D mengedepakan gameplay dan tingkat penampilan environment dari game tersebut. Algoritma yang digunakan dalam pembuatan game tergantung dari jenis game dan tingkat kerumitan game tersebut.
     
    II. Grafis
        II. 1. Pada Game 3D
     
          Pada game 3D, grafis objek yang digunakan adalah dengan 3 sumbu yaitu x, y, dan z. Software atau perangkat lunak yang digunakanpun beragam yang dikhususkan untuk pemodelan objek 3 dimensi pada game. Pada pemodelan objek inilah kesulitan yang cukup tinggi dalam game 3D ini. Namun, hal ini pula yang membuat game 3D lebih baik dari 2D
     
            Game 3D melakukan proses rendering untuk objeknya. Rendering adalah proses membaca objek 3D dan elemennya. Rendering inilah yang membuat objek semakin terlihat nyata dan menjadi keunggulan utama pada game 3D ini.
     
        II. 2. Pada Game 2D
               
            Grafis yang digunakan dalam game 2D adalah dengan menggunakan sumbu x dan y. Grafis dari objek didalam game cukup membosankan dimassa modern sekarang. Oleh karena itu, peminat game 2D sedikit jika dibandingkan dengan game 3D. Namun, dalam beberapa game tertentu yang sederhana, game 2D cukup menarik untuk mengisi waktu luang yang singkat untuk mendapatkan hiburan.  
     
     

     

No comments:

Post a Comment